LIRA Sampang Kembali Soroti Proyek P3-TGAI, Sebut Pekerjaan HIPPA Madulang Jaya Diduga Tak Sesuai Bestek
SUARA SAMPANG – Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 yang dikerjakan oleh HIPPA Madulang Jaya di Desa Madulang, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, kembali menjadi sorotan Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Sampang.
Proyek senilai Rp195 juta yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut diduga tidak dikerjakan sesuai standar kualitas konstruksi maupun petunjuk teknis sebagaimana tertuang dalam rencana anggaran biaya (RAB).
Berdasarkan hasil pemantauan Terbitan.com bersama tim LIRA Kabupaten Sampang di lokasi pekerjaan, ditemukan sejumlah dugaan ketidaksesuaian pada pasangan batu saluran irigasi. Temuan tersebut kemudian menjadi bahan pendalaman dan pengumpulan data oleh LIRA untuk disampaikan kepada instansi berwenang.
Bupati LIRA Kabupaten Sampang, Sudar, SE., mengatakan pihaknya telah membentuk lima tim khusus untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek P3-TGAI di berbagai wilayah Kabupaten Sampang.
“Hasil pemantauan tim kami di lapangan menunjukkan masih ada dugaan pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis. Mayoritas proyek yang kami datangi diduga dikerjakan asal-asalan, dan kami belum menemukan pekerjaan yang benar-benar sesuai bestek,” ujar Sudar, Senin (27/7/2026).
Menurutnya, program P3-TGAI seharusnya memberikan manfaat maksimal bagi para petani melalui peningkatan fungsi jaringan irigasi, bukan sekadar mengejar penyelesaian pekerjaan.
“Kawasan yang memiliki sumber air aktif di Sampang tidak banyak. Karena itu, program ini semestinya benar-benar memberikan manfaat bagi petani. Jangan sampai pelaksanaannya justru lebih mengedepankan kepentingan tertentu,” katanya.
Sudar berharap Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan proyek P3-TGAI agar kualitas pekerjaan benar-benar menjadi perhatian.
“Kami berharap BBWS Brantas lebih mengutamakan asas manfaat bagi masyarakat. Dugaan-dugaan yang kami temukan perlu menjadi bahan evaluasi agar program pemerintah benar-benar tepat sasaran,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak HIPPA Madulang Jaya maupun pihak BBWS Brantas belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Terbitan.com akan memberikan ruang hak jawab apabila pihak terkait memberikan klarifikasi.
