SUARA SAMPANG – Pelaksanaan dua proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 di Desa Sogian, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, kembali menuai sorotan. Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Sampang menilai proyek yang dikerjakan oleh P3A Sogian Makmur dan P3A Barokah Makmur tersebut tidak mengedepankan aspek kemanfaatan bagi para petani.

Bupati LIRA Kabupaten Sampang, Sudar, SE., mengatakan hasil temuan timnya di lapangan memperkuat dugaan bahwa pelaksanaan program P3-TGAI tidak berorientasi pada kebutuhan masyarakat penerima manfaat.

Menurutnya, selain kualitas pekerjaan yang dinilai buruk, dua saluran irigasi tersebut justru dibangun mengelilingi satu hamparan sawah sehingga manfaatnya dipertanyakan.

«”Selain kualitas pekerjaannya yang buruk, manfaatnya juga tidak diperhatikan. Terbukti dua proyek di Desa Sogian ini dibuat mengelilingi satu sawah. Di mana letak manfaatnya bagi banyak petani,” ujar Sudar, Rabu (29/7/2026).»

Ia menilai bentuk pembangunan saluran tersebut lebih menyerupai pagar sawah daripada jaringan irigasi yang mampu mengoptimalkan distribusi air ke lahan pertanian.

Tak hanya itu, LIRA juga menyoroti dugaan rendahnya kualitas konstruksi. Sudar menyebut saluran irigasi diduga dibangun tanpa fondasi, sementara campuran material yang digunakan dinilai tidak sesuai dengan ketentuan teknis.

«”Fondasi tidak ada, campurannya juga buruk. Begitu juga dengan pelaksanaannya yang kami nilai asal kerja,” tegasnya.»

LIRA berharap temuan tersebut menjadi perhatian Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas agar melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program P3-TGAI, khususnya dalam penentuan lokasi pembangunan maupun pengawasan kualitas pekerjaan.

Selain itu, pihaknya juga meminta aparat penegak hukum untuk melakukan pengawasan apabila ditemukan dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan proyek tersebut.

«”Semoga ini menjadi bahan evaluasi bagi BBWS Brantas. Kami juga berharap aparat penegak hukum dapat memberikan efek jera apabila ditemukan adanya pelanggaran,” pungkasnya.»